KKG Gugus I Guluk-Guluk Tingkatkan Kapasitas Guru di Era Digital

 

KKG Gugus I Guluk-Guluk

Tingkatkan Kapasitas Guru di Era Digital


SDN Pordapor III, Guluk-Guluk — Pagi itu langit tampak begitu cerah. Udara pegunungan yang sejuk berpadu dengan hembusan angin yang menyambut kedatangan para guru dari berbagai sekolah di Gugus I Kecamatan Guluk-Guluk. Satu demi satu peserta berdatangan menuju SDN Pordapor III, tempat pelaksanaan kegiatan Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus I Kecamatan Guluk-Guluk.

Suasana pagi terasa bersahabat. Di tengah kesibukan para guru menjalankan tugas pendidikan di sekolah masing-masing, pertemuan KKG menjadi ruang untuk kembali duduk bersama, berbagi pengalaman, memperluas wawasan, sekaligus mempersiapkan diri menghadapi perubahan dunia pendidikan yang semakin cepat.

Tepat pukul 09.00 WIB, kegiatan resmi dimulai. Acara diawali dengan pembacaan Surat Al-Fatihah sebagai bentuk doa dan permohonan agar seluruh rangkaian kegiatan mendapatkan kelancaran serta keberkahan.

Suasana kemudian menjadi semakin khidmat ketika dilanjutkan dengan pembacaan sholawat Nabi yang dipimpin oleh Bapak Horri, S.Pd. Lantunan sholawat menggema di ruang kegiatan, menciptakan suasana religius sekaligus mempererat kebersamaan di antara para peserta.

Setelah pembacaan sholawat, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan Pengawas Bina, Bapak Mahmud, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau tidak hanya memberikan arahan terkait peningkatan profesionalisme guru, tetapi juga menyampaikan gagasan yang menyentuh sisi kesejahteraan para pendidik.

Salah satu hal yang menjadi perhatian beliau adalah pentingnya membangun koperasi guru sebagai wadah bersama untuk mendukung kesejahteraan anggota.

Menurutnya, guru tidak hanya dituntut untuk terus meningkatkan kompetensi dalam melaksanakan tugas pembelajaran, tetapi juga perlu memiliki wadah ekonomi bersama yang dapat tumbuh dan berkembang untuk kepentingan guru itu sendiri.

Gagasan tersebut menjadi salah satu pesan penting dalam pertemuan KKG kali ini. Sebab, peningkatan kualitas pendidikan tidak dapat dilepaskan dari keberadaan guru yang memiliki kapasitas, semangat, sekaligus kesejahteraan yang memadai.

Setelah sambutan Pengawas Bina, kegiatan dilanjutkan dengan doa yang dipimpin oleh guru senior, Bapak Hosnan, S.Pd. Doa menjadi penutup rangkaian pembukaan sekaligus penanda dimulainya agenda utama kegiatan.

Menjawab Tantangan Digitalisasi Pembelajaran

Kegiatan KKG Gugus I Kecamatan Guluk-Guluk kali ini dikemas dalam bentuk diklat dengan tema “Peningkatan Kapasitas Guru dalam Menerapkan Kebijakan Digitalisasi Pembelajaran pada Jenjang SD.”

Tema tersebut terasa sangat relevan dengan perkembangan pendidikan saat ini. Teknologi digital telah menjadi bagian yang semakin tidak terpisahkan dari proses pembelajaran. Guru dituntut tidak hanya mampu mengajar dengan metode konvensional, tetapi juga harus mampu memanfaatkan berbagai perangkat dan sumber belajar digital secara tepat, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Untuk mengantarkan materi diklat, tampil sebagai penyaji Bapak Kamali, S.Pd. dan Bapak Fathorrahman, S.Pd.

Keduanya mengajak para peserta untuk melihat digitalisasi pembelajaran bukan semata-mata sebagai penggunaan perangkat teknologi, tetapi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas proses belajar mengajar.

Guru perlu memiliki kemampuan untuk memilih, menggunakan, dan mengembangkan berbagai sumber belajar digital sehingga teknologi benar-benar memberikan manfaat bagi peserta didik.

Di tengah penyampaian materi, suasana kegiatan berlangsung cukup serius, tetapi tetap santai. Sesekali muncul dialog dan interaksi antara penyaji dengan peserta. Pengalaman guru di lapangan menjadi bagian penting dalam pembahasan, sebab setiap sekolah memiliki kondisi, karakteristik peserta didik, serta tantangan yang berbeda.

Suasana seperti inilah yang membuat KKG bukan sekadar forum pertemuan rutin. Ia menjadi ruang belajar bersama, tempat guru saling menguatkan dan saling berbagi pengalaman.

Dari Guru, Oleh Guru, untuk Pendidikan

Kegiatan KKG pada hakikatnya bukan hanya tentang menerima materi. Lebih dari itu, KKG merupakan ruang untuk membangun budaya belajar di kalangan guru.

Di sana, pengalaman seorang guru dapat menjadi pengetahuan bagi guru lainnya. Persoalan yang dihadapi satu sekolah dapat menjadi bahan refleksi bagi sekolah lain. Begitu pula inovasi sederhana yang berhasil dilakukan seorang guru dapat menjadi inspirasi bagi rekan-rekannya.

Dalam konteks digitalisasi pembelajaran, semangat berbagi tersebut menjadi semakin penting. Tidak semua guru memiliki pengalaman dan tingkat penguasaan teknologi yang sama. Karena itu, kolaborasi menjadi kunci agar transformasi digital dalam pendidikan tidak berjalan sendiri-sendiri.

Pagi yang cerah di SDN Pordapor III akhirnya menjadi saksi sebuah ikhtiar bersama para guru Gugus I Kecamatan Guluk-Guluk. Di bawah semangat yang sama, mereka belajar, berdiskusi, dan memperkuat kapasitas diri untuk menghadapi tuntutan pendidikan yang terus berubah.

Jarum jam kemudian mendekati pukul 12.00 WIB. Setelah seluruh rangkaian materi dan diskusi selesai, kegiatan pun ditutup.

Empat jam kebersamaan mungkin terasa singkat. Namun dari ruang sederhana itu, tersimpan sebuah harapan besar: agar guru terus tumbuh, sekolah terus bergerak, dan peserta didik mendapatkan pembelajaran yang semakin relevan dengan zamannya.

Sebab, digitalisasi pendidikan bukan sekadar tentang teknologi yang semakin canggih, tetapi tentang guru yang terus mau belajar agar pembelajaran tidak pernah kehilangan makna.

SDN Pordapor III, Guluk-Guluk, menjadi salah satu ruang kecil tempat ikhtiar besar itu dimulai.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

JEJAK PENGABDIAN YANG AKAN SELALU KAMI KENANG

Ketika Guru Tak Lagi Menunggu