Postingan

JEJAK PENGABDIAN YANG AKAN SELALU KAMI KENANG

Gambar
  JEJAK PENGABDIAN YANG AKAN SELALU KAMI KENANG (Ungkapan Rasa Kehilangan Keluarga Besar K3S, Guslah 1, dan DWP Kecamatan Guluk-Guluk) Untuk Ibu Nurul Qamariyah, S.Pd.SD. Ada pertemuan yang meninggalkan kenangan, ada kebersamaan yang melahirkan ikatan, dan ada sosok yang kehadirannya begitu berarti hingga kepergiannya terasa lebih dari sekadar perpisahan. Hari ini, keluarga besar K3S Guluk-Guluk, Guslah 1 Guluk-Guluk, dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kecamatan Guluk-Guluk merasakan kehilangan yang mendalam. Bukan karena kita tak merelakan langkah pengabdian seorang sahabat, melainkan karena kita menyadari bahwa ada begitu banyak ketulusan, semangat, dan perjuangan yang selama ini tumbuh bersama kehadirannya. Ibu Nurul Qamariyah, S.Pd.SD., bukan sekadar seorang guru yang menjalankan tugas profesinya. Beliau adalah sosok yang memiliki dedikasi tinggi, yang tak segan bergerak, berjuang, dan mencurahkan tenaga serta pikirannya demi kemajuan kegiatan gugus dan DWP di Kecamat...

AKU PERNAH MEMBENCI TAKDIR

Gambar
  AKU PERNAH MEMBENCI TAKDIR Muhajir Syam Nenek sangat mencintaiku, Aku tahu itu. Tetapi cinta Nenek bukanlah cinta yang hanya diberikan kepadaku. Cinta itu harus dibagi kepada enam orang sekaligus. Pada waktu itu, Nenek memiliki dua anak yang usianya tidak jauh dariku. Dua sepupuku juga tinggal bersamanya karena orang tua mereka pergi ke Malaysia. Lalu ada aku dan adikku, dua anak yang sejak kecil kehilangan pelukan orang tua karena perceraian dan jarak yang begitu jauh. Rumah Nenek akhirnya menjadi tempat berkumpulnya anak-anak yang sama-sama sedang mencari bentuk kasih sayang. Kami makan dari dapur yang sama. Tidur di bawah atap yang sama. Bertengkar karena hal-hal kecil, lalu tertawa lagi seolah tidak pernah terjadi apa-apa.   Tetapi di dalam diriku, ada sesuatu yang berbeda. Ada pertanyaan yang tidak pernah benar-benar berhenti mengetuk: Mengapa aku harus ditinggalkan? Aku melihat anak-anak lain digandeng ayahnya ketika berjalan. Ada yang menunggu ibunya pulang. Ada...

Ketika Guru Tak Lagi Menunggu

Gambar
  Ketika Guru Tak Lagi Menunggu SDN Guluk-Guluk III, Kec. Guluk-Guluk Kab.Sumenep Ada sekolah yang berdiri megah karena dibangun dengan anggaran besar. Ada pula sekolah yang tetap berdiri karena ada orang-orang yang memilih untuk tidak menyerah. Di sebuah sudut desa, SDN Guluk-Guluk III terus menjalani hari-harinya dengan wajah yang semakin kusam. Tembok-tembok sekolah mulai kehilangan warna. Sebagian permukaannya rusak dan mengelupas. Atap yang semestinya menjadi pelindung dari panas dan hujan pun tak lagi dalam kondisi yang layak. Namun, di balik bangunan yang mulai renta itu, proses pendidikan tidak pernah berhenti. Bel sekolah tetap berbunyi. Anak-anak tetap datang membawa buku dan harapan. Guru-guru tetap berdiri di depan kelas, mengajarkan pelajaran, menanamkan karakter, dan meyakinkan anak-anak desa bahwa sekolah mereka juga memiliki masa depan. Persoalannya, bagaimana mungkin sebuah sekolah dapat memberikan ruang belajar yang nyaman jika ruang belajarnya send...

KKG Gugus I Guluk-Guluk Tingkatkan Kapasitas Guru di Era Digital

Gambar
  KKG Gugus I Guluk-Guluk Tingkatkan Kapasitas Guru di Era Digital SDN Pordapor III, Guluk-Guluk — Pagi itu langit tampak begitu cerah. Udara pegunungan yang sejuk berpadu dengan hembusan angin yang menyambut kedatangan para guru dari berbagai sekolah di Gugus I Kecamatan Guluk-Guluk. Satu demi satu peserta berdatangan menuju SDN Pordapor III, tempat pelaksanaan kegiatan Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus I Kecamatan Guluk-Guluk. Suasana pagi terasa bersahabat. Di tengah kesibukan para guru menjalankan tugas pendidikan di sekolah masing-masing, pertemuan KKG menjadi ruang untuk kembali duduk bersama, berbagi pengalaman, memperluas wawasan, sekaligus mempersiapkan diri menghadapi perubahan dunia pendidikan yang semakin cepat. Tepat pukul 09.00 WIB , kegiatan resmi dimulai. Acara diawali dengan pembacaan Surat Al-Fatihah sebagai bentuk doa dan permohonan agar seluruh rangkaian kegiatan mendapatkan kelancaran serta keberkahan. Suasana kemudian menjadi semakin khidmat ketika...

Kelak Kalian Akan Mengerti Mengapa Kami Begitu Mencintai Kalian

Gambar
  Kelak Kalian Akan Mengerti Mengapa Kami Begitu Mencintai Kalian Karya: Muhajir Syam (Untuk anak-anakku: Moh. Iklil Musthofa, Shabrina Afiqatunnisa’, dan Adibatus Sholihah) Nak…! Ada banyak hal yang mungkin belum bisa kalian mengerti hari ini. Mengapa Baba dan Ummi pernah melarang kalian pergi. Mengapa ada keinginan kalian yang belum kami kabulkan. Mengapa kami begitu banyak bertanya. Mengapa Ummi kadang terlihat terlalu khawatir. Mengapa Baba kadang memilih diam, tetapi diam-diam memikirkan kalian begitu dalam. Mungkin suatu hari kalian pernah bertanya dalam hati, "Mengapa Baba dan Ummi tidak membolehkan aku?" "Mengapa keinginanku tidak selalu dituruti?" "Mengapa aku harus belajar jauh dari rumah?" "Mengapa aku harus bersabar ketika teman-temanku bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan?" Dan mungkin, Nak, ada saat-saat ketika kalian merasa bahwa cinta orang tua seharusnya membuat kalian selalu mendapatkan apa yang kalian ma...